Handheld retro lagi rame banget harganya makin murah, makin enteng, dan banyak yang bisa nyakup beberapa generasi console sekaligus. Tapi pas pertama kali nyala, biasanya masih butuh setup dulu. Tiga jenis firmware paling umum:
1. Berbasis Android (contoh: Retroid Pocket)
Device ini jalanin Android penuh, jadi setupnya mirip banget kayak hp Android biasa.
- Login Google Play Store, install RetroArch atau emulator standalone (DuckStation, mGBA, dll) langsung dari situ.
- Pindahin ROM ke folder internal storage lewat USB/file manager.
- Buka emulator, arahin ke folder ROM tadi.
- Tombol fisik biasanya udah ke-mapping otomatis, tapi cek dulu di setting controller masing-masing emulator.
Kelebihan device Android: paling fleksibel, bisa install apa aja kayak di hp biasa. Kekurangan: kadang lebih boros baterai dibanding device custom-firmware yang lebih dioptimasi.
2. Custom Firmware Bawaan (contoh: sebagian Anbernic)
Sebagian device Anbernic udah dateng dengan firmware Linux custom yang emulatornya udah ke-bundle dari awal nggak perlu install apa-apa lagi.
- Tinggal pindahin ROM ke folder yang sesuai nama console-nya (biasanya udah ada folder default kayak
/SNES,/GBA, dst). - Restart atau refresh library dari menu device.
- Game langsung muncul di list dan siap dimainin.
Kelebihan: paling plug-and-play. Kekurangan: opsi kustomisasi lebih terbatas dibanding flash firmware sendiri.
3. Flash Custom Firmware (contoh: Miyoo Mini + OnionOS/Spruce)
Sebagian device dateng dengan firmware stok yang minimalis, dan komunitas bikin custom firmware (CFW) buat nambah fitur tema, lebih banyak core emulator, fitur scraping cover game otomatis.
- Download CFW yang sesuai sama model device lo (penting: CFW Miyoo Mini beda sama Miyoo Mini Plus, jangan ketuker).
- Flash ke SD card pakai tool yang direkomendasiin di dokumentasi CFW tersebut.
- Masukin SD card ke device, boot, ikutin setup wizard CFW.
- Pindahin ROM ke folder sesuai struktur yang CFW minta.
Kelebihan: paling banyak fitur dan kustomisasi. Kekurangan: ada risiko salah flash kalau nggak teliti selalu backup firmware asli dulu sebelum nge-flash yang baru.
Tips Umum Buat Semua Jenis
- Selalu cek dulu console mana yang device lo udah cukup kuat buat jalanin. Device murah biasanya oke buat NES–PS1, tapi N64 dan setelahnya butuh spek lebih tinggi.
- Kalau mau pindahin save lama dari hardware asli, prosesnya sama kayak di PC lihat panduan transfer save kita.
Baca juga: